Jumat, 06 Juli 2012

Laporan semester Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum (nur sholeh tanjung jabung timur)

I. PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut.Mengenalibahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan.
Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlahpenduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat.
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya.Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein,sumber energi,mineral,dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi tenak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak.
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat di makan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri. Pada praktikum kali ini, materi yang dibahas adalah pengenalan alat-alat laboratorium serta pengenalan jenis-jenis rumput dan jenis-jenis pakan lainnya yang dapat di manfaatkan oleh ternak.
Dari praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis alat-alat laboratorium dan jenis-jenis pakan yang dapat dimakan oleh ternak,baik itu rumput-rumputan, leguminosa maupun pakan hasil olahan. Sehungga nantinya pengetahuan yang sudah didapat tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khussnya dalam bidang peternakan.
Pakan ternak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat berupa hasil tanaman maupun hasil sisanya, sedangkan yang berasal dari hewan banyak berasal dari hasil sisa produksi yang hasil utamanya sudah dimanfaatkan oleh manusia. Tubuh ternak terdiri atas zat-zat gizi, sehingga ternak memerlukan zat-zat gizi dari luar yang dapat dipakai oleh ternak untuk menjaga kehidupan. Agar kualitas dan kuantitas nutrien yang dibutuhkan ternak terpenuhi maka harus dibuat ransum khusus yang disebut ransum serasi-seimbang yaitiu ransum yang diformulasikan dan dibuat sedemikian rupa sehingga bahan pakan yang digunakan dan nutrien yang terkandung didalamnya baik dalam macam, jumlah, dan proporsinya memenuhi persyaratan yang sesuai dengan kondisi dan tujuan pemeliharaan ternak. 
Bahan pakan merupakan suatu bahan yang dapat dimakan,disukai, dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya, dapat diabsorbsi, bermanfaat bagi ternak dan tidak menganggu kesehatan ternak tersebut. Secara umum bahan pakan terbagi dalam delapan klas yaitu: hijuaan kering atau jerami padi, hijauan segar, silage, sumber energi, sumber protein, sumber mineral, sumber vitamin, dan aditif pakan. 
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun terhadap ternak tersebut.Mengenalibahan pakan adalah sebagai kewajiban bagi setiap mahasiswa yang berada di fakultas peternakan.
Pentingnya bahan pakan khususnya untuk ternak merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk kita tidak mempelajarinya. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, menjadikan kebutuhan protein hewani juga meningkat. Peningkatan jumlahpenduduk diikuti dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk perumahan. Hal ini menyebabkan luas lahan pertanian mengalami penurunan, yang berpengaruh pada ketersediaan hijauan sumber pakan ternak ruminansia dan bahan konsentrat.
Tingginya konsumsi ternak terhadap pakan membuat para peternak sapi,ayam,kambing maupun hewan ternak lainnya mencari alternative pakan selain hijauan dan dedak padi pada umumnya.Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein, sumber energi, mineral, dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada disekitar kita baik dalam bentuk bungkil maupun limbah dari pertanian dan limbah dari pengolahan tempe dan tahu. Kebutuhan protein hewani yang kian meningkat, harus diikuti dengan peningkatan produksi tenak ruminansia sebagai salah satu sumber protein hewani, sebagai upaya untuk mencapai swasembada daging sapi 2014. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia diantaranya dengan perbaikan kualitas bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan kualitas kesehatan ternak.
Di dalam pengenalan bahan pakan, terlebih dahulu bahan pakan itu sendiri terbagi menjadi pakan sumber protein hewani yang dibagi menjadi tepung ikan dan protein nabati dibagi menjadi bungkil kelapa dan bungkil kedele. Sedangkan sumber energi dibagi menjadi ada yang berbentuk biji-bijian atau butiran yang terbagi atas : padi, jagung, millet merah dan millet putih. Berbentuk tepung terbagi atas dedak halus, jagung giling, dan dedak halus. Berbentuk cairan terdiri atas : minyak sayur. Sumber mineral terdiri dari garam dan kerang.
Dan asal limbah pertanian atau agrobisnis terdiri dari kulit biji bunga matahari dan kulit kacang kedele. Serta jenis-jenis obat hewan yang terdiri dari coxy dan therapy. Sedangkan yang termasuk dari aditif pakan antara lain : egg stimulant, neobro, vita chick, supertop, multivit. Sedangkan bahan yang termasuk bahan pakan palsuan adalah batu bata, serta nama hijauan tanaman pakan terdiri dari : rumput setaria, rumput stylo, rumput benggala, rumput raja, rumput senuduk dan rumput gajah.
Bahan pakan adalah segala sesuatu yang bisa dimakan oleh ternak yang dapat dicerna secara keseluruhan ataupun sebagian oleh ternak. Ransum adalah campuran jenis pakan yang diberikan kepada ternak selama 24 jam tanpa memperhitungkan kebutuhannya.
Mengenali alat-alat yang ada di Laboratorium merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh praktikan sebelum memulai kegiatan praktikum secara keseluruhan.Hal ini dikarenakan pada saat praktikum nantinya praktikan akan selalu berhubungan langsung dan terus menerus dengan alat - alat Laboratorium tersebut,jika ada yang tidak mengetahui tentunya ini akan menjadi kendala dan akan sangat menghambat jalannya praktikum.Begiu juga dengan bahan-bahan yang akan digunakan,praktikan harus mengetahui secara rinci bahan-bahan yang akan di jadikan sampel didalam praktukum tersebut.Jangan sampai ada dari praktikan yang tidak mengetahui bahan-bahan tersebut dan pada akhirnya akan menghambat kelancaran jalannya prktikum.
Anonim (2007), Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.
Emha (2002), laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan biologi atau bidang ilmu lain.
Pengertian lain menurut Sukarso (2005),  laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar,atau ruangan terbuka, misalnya kebun Berdasarkan definisi tersebut, laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.
Pada dasarnya pengenalan alat laboraturium sangatlah perlu diketahui oleh para pratiker yang akan melakukan pratikum di dalam laboraturium.Didalam laboraturium terdapat banyak sekali alat-alat laboraturium mulai dari yang mudah digunakan sampai yang sulit digunakan.Bentuknya pun beragam,jika kita tidak mengetahui nama dan fungsi alat-alat laboraturium maka penulis menyarankan sebaiknya jangan melakukan praktek diluar kendali para pengawas laboraturium karena bisa mengakibatkan dampak yang cukup fatal.
Oleh karena itu banyak sedikit kita akan membahas berbagai  macam alat-alat laboraturium yang sebagian besar digunakan dalam berbagai analisis yang sangatlah berguna bagi keberlanjutan ilmu kita kedepannya.
Pengenalan alat laboratorium khususnya untuk para praktikan dalam melaksanakan praktikum dilaboratorium adalah mengetahui terlebih dahulu peralatan. Perlengkapan laboratorium ini mempunyai fungsi beragam mulai dari yang sangat spesifik untuk pengujian zat tertentu hingga yang bersifat universal. Sebelum melaksanakan aktivitas dilaboratorium, pengenalan dasar mengenai jenis, bentuk dan fungsi peralatan yang digunakan dalam praktikum menjadi penting.
Dalam penetuan bahan pakan diperlukan preparasi sampel supaya sampel tersebut berhasil. Analisis suatu bahan pakan hanya akan dicapai secara baik jika pengambilan sampel bahan dilakukan secara benar dan representatif. Pengambilan perlu memperhatikan homogenitas sampel yaitu efek ukuran dan berat partikel sangat berpengaruh terhadapa homogenitas bahan. Bahan dengan ukuran dan berat lebih besar cenderung akan berpisah dengan bahan yang lebih kecil dan ringan (Segregasi). Cara pengambilan sampel yaitu dilakukan dengan dua cara yaitu dengan aselektif artinya pengambilan sampel secara acak dari keseluruhan bahan tanpa memperhatikan atau memisahkan bagian dari bahan tersebut, selektif artinya pengambilan sampel secara acak dari bagian tertentu suatu bahan. Jumlah sampel sudah ada ketentuan yaitu 10 % dari berat bahan dan sangat berpengaruh pada tingkat representatif. Penanganan sampel dilakukan agar sampel tidak mengalami perubahan sifat saat pengambilan sampel. Prosesing sampel yaitu tujuan evaluasi terutama evaluasi secara mikroskopis, kimia dan biologis, semua sampel juga harus digiling sehingga diperoleh sampel yang halus.
Menyusun ransum untuk ternak tidak boleh asal-asalan karena bisa membahayakan kondisi kesehatan ternak tersebut. Ransum yang disususn pun harus memenuhi kebutuhan makan ternak sebanayak 24 jam tanpa putus pakan. Ransum yang di susun biasanya harus terdiri dari bahan pakan yang mengandung energi, protein, lemak, mineral dan bahan pakan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan ternak tersebut. Ransum yang disusun harus ada formula atau ketentuan ataupun prosedur yang berlaku harus bisa tahu berapa kandungan zat pakan dan kebutuhan pakan dalam ternak ataupun dalam bahan pakan itu sendiri.
Sebelum menyusun ransum terlebih dahulu harus diketahui berapa kebutuhan ternak. Selanjutnya memilih bahan pakan yang dapat memenuhi persyratan nutrisi dan ekonomis. Metode yang di gunakan pun adalah metode coba-coba atau trial methode. Prinsip dasar pembuatan formulsi ransum adalah “menyesuaikan kandungn nutrisi bahan pkan terpilih dengan nutrisi kebutuhan nutrisi untuk ternak.
Energi bruto adalah Semua panas yang bebas pada pembakaran, panas ini dihasilkan dari suatu makanan yang seluruhnya dibakar secara sempurna dengan menggunakan bomb calorimeter sehingga menghasilkan zat-zat terakhir seperti CO2, H2O, dan gas lain.
Dalam menentukan energi bruto dengan oxygen bomb calorimeter menggunakan alat serta bahan yaitu unit bomb calorimeter, tabung oksigen, termometer, alat pembuat pellet, kawat platina, larutan methyl orange dan larutan Na2CO3 dan bahan pakan berupa bungkil kelapa, dedak padi, rumput raja. Peningkatan suhu yang telah diukur dengan termometer dapat dihitung energi bruto yang telah dihasilkan. Penetapan energi bruto ini terjadi pengubahan energi kimia dalam suatu sampel menjadi energi panas dan diukur jumlah panas yang dihasilkan.
Kandungan yang terdapat pada energi bruto di dalam bahan organic dapat dicerminkan dengan melihat kondisi yang terjadi dari proses oksidasi yang dilakukan didalam mencari energi bruto tersebut. Besarnya energi kimia juga sangat dipengaruhi dengan adanya  ratio antar C/H dengan atom O dan N.
Banyaknya kandunagan  energi bruto didalam bahan makanan sangat tergantung pada komposisi dari karbohidrat, protein dan lemak yang terdapat dalam bahan makanan tersebut. Nilai energi  bruto dari berbagai bahan makanan bermacam- macam dan tidak menentu, akan tetapi secara umum telah ditetapkan nilai energi bruto untuk KH = 4,15 kkal/kg, protein = 5,65 kkal/kg, dan lemak = 9,45 kkal/kg. (Ella Hendalia, et.al. 2008).
Jumlah bahan pakan ternak yang mempunyai hitungan energi bruto yang tinggi juga tidak dapat menyumbangkan banyak enegi untuk keperluan tubuh dalam jumlah yang banyak pula dikarenakan hal ini  sangat dipengaruhi oleh daya cerna bahan pakan ternak  tersebut.
Untuk melakukan pengukuran energi bruto dalam bomb calorimeter protein akan mendapatkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan energi  karbohidrat, akan tetapi hasil pembakaran yang akan didapat di dalam tubuh ternak adalah nilai energi  protein yang mempunyai zat-zat yang dibutuhkan tubuh mendekati energi karbohidrat.
Oleh karena itu, dalam memperoleh hasil energi bruto yang diperoleh dari beberapa bahan sampel yang digunakan dalam pembuatan pelet tersebut maka kita harus mengetahui suhu awal, suhu akhir, berat sampel dan kabar bahan kering dari masing-masing bahan. Perhitungan dari energi ditentukan dulu energi ekuivalen asam benzoat, suhu awal dan suhu akhir, volume titrasi serta jumlah kawat terbakar (Samuel, 1997).
Negara Indonesia merupakan negara agraris karena mempunyai berbagai jenis tanaman yang melimpah dan berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak. Selain hijauan, bahan pakan ternak yang lainnya adalah konsentrat. Bahan pakan ternak sebagian besar terdiri dari produk pertumbuhan tanaman, hanya sebagian kecil yang terdiri dari bahan asal hewan. Banyak produk sampingan dari bahan makanan manusia cocok untuk pakan ternak. Disamping itu, sejalan dengan perkembangan teknologi dalam memproses makanan manusia, maka tambahan produk sampingan akan dengan sendirinya meningkat. Apabila suatu pedoman pemberian nama tidak dengan baik disiapkan untuk produk-produk tersebut, maka besar kemungkinan keraguan akan timbul. Sehingga setiap bahan pakan perlu diberi tatanama atau nomenklatur yang jelas sesuai dengan tatanama internasional.
Bahan Pakan dan Formulasi Ransum ini merupakan materi kuliah yang mempelajari jenis-jenis bahan pakan yang dapat dimakan oleh ternak dan bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak itu sendiri serta cara-cara dalam penanganan bahan pakan tersebut. Pada praktikum kali ini materi yang dibahas yaitu tentang analisis proksimat yang terdiri dari penentuan kadar air, penentuan kadar abu, penentuan protein kasar, penentuan lemak kasar, penentuan serat kasar dan BETN.
Analisis suatu bahan pakan dapat memberi hasil yang baik jika pengambilan sampel bahan dilakukan secara benar dan representif. Untuk tujuan tersebut, maka dalam suatu analisis perlu diperhatikan homogenitas sampel, cara penganbilan sampel, jumlah sampel, penanganan sampel, prosesing sampel dsb. Sebelum sampel diambil, bahan harus dicampur secara merata atau diambil secara acak dari beberapa bagian. Sampel dari bahan dapat diambil secara aselektif maupun selektif. Jumlah sampel yang diambil akan sangat berpengaruh terhadap tingkat representif sampel, sampel yang telah diambil harus segera diamankan agar tidak rusak atau berubah. Sampel dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti rumput-rumputan, biji-bijian, buah-buahan, hasil ikutan produksi pertanian dan pangan maupun berasal dari hewan dan hasil ikutannya.
Pada praktikum penentuan kadar air, air pakan akan menguap oleh panas sehingga yang tinggal adalah bahan kering. Persentase air dihitung dari perbedaan bobot contoh sebelum dan sesudah perlakuan panas. Sampel dengan kadar air tinggi seperti hijauan atau silase kemungkinan terjadinya penguapan air sangat besar. Begitu juga dengan penentuan kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN.
2.1    Tujuan dan manfaat
Adapun tujuan dari pengenalan bahan pakan adalah mahasiswa dapat menjelaskan berbagai macama bahan pakan sumber energi, protein (hewani dan nabati), hijauan makanan ternak, vitamin, feedaditive, mineral, obat-obatan, dan bahan pemalsu pakan.
Sedangkan manfaatnya yaitu kita dapat lebih mengenal dan membedakan secara lebih spesifik antara berbagai macam bahan pakan ternak.
Adapun tujuan dari praktikum  pengenalan alat-alat laboraturium ini adalah agar praktikan dapat mengetahui macam-macamalatlaboratorium dan fungsidarimasing-masingalattersebut. Selain itu untuk mengetahui cara kerja alat agar tidak terjadi kesalahan pada saat praktikum.
Menfaat dari praktikum ini adalah mengetahui bagaimana cara pengguanaan alat-alat laboratorium dalam berbagai analisis dan kita dapat mendapatkan lebih banyak pengetahuan mengenai alat-alat laboratorium tersebut.
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui bagaimana cara dalam pengambilan sampel dengan melakukan preparasi sampel. Dan harus dilakukan dengan cara representatif supaya mendapatkan hasil yang benar.
Manfaat dari praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara pengambilan sampel yang representatif dan benar dan bagaimana cara menghitung kadar air dan berat bahan kering.
Adapun tujuan kali ini adalah mahasiswa belajar menyusun suatu formula ransum sesuai dengan kebutuhan ternak, bukan asal susun suatu formula saja.  
Dan bermanfaat kelak suatu hari bisa menyusun ransum dengan baik, benar dan sesuai dengan kebutuhan ternak dan kandungan bahan pakan terpilih yng akan digunakan untuk ternak.
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah mahasiswa mendapatkan pengalaman cara-cara mencampur ransum. 
Dan bermanfaat kelak suatu hari bisa menyusun ransum dengan baik, benar dan sesuai dengan kebutuhan ternak dan kandungan bahan pakan terpilih yng akan digunakan untuk ternak serta mengetahui bahan mana yang dicampur terlebih dahulu agar hasilnya rata atau homogen.
Tujuan dari praktikum analisis ptoksimat yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui cara-cara dalam penentuan kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan juga BETN serta nilai dari kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN.
Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu mahasiswa dapat memahami prinsip kerja dan mempraktekkan secara langsung kegiatan penentuan kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN. Selain itu, mahasiswa juga dapat memahami cara dalam menghitung nilai-nilai dari kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan BETN. Sehingga nantinya kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang peternakan.














II.TINJAUAN PUSTAKA
 (Anonim:2012 ), mengatakan bahwa Cawan Petri (Petri Dish) dan Fungsi Cawan Petri. Cawan Petri atau telepa Petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dar iplastik atau kaca yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri dibuat dalam satu set. Cawan yang berukuran kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya. Cawan petri ada yang terbuat dari plastik (sekali pakai) ada juga yang terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas, biasanya untuk dimasukan kedalam autoclaved.
 (Wong: 2011) mengatakan bahwa Gelas ukur adalah alat yang biasanya dipakai untuk mengukur takaran benda cair. Gelas ukur ini sering digunakan dalam dunia masak-memasak. Akan tetapi, gelas ukur juga dipakai dalam percobaan kimia di laboratorium. Nah untuk membedakannya, gelas ukur yang dipakai di laboratorium disebut dengan tabung kimia. Gelas ukur untuk memasak bentuknya lebih menyerupai gelas. Hanya saja, bentuk bagian atasnya lebih melebar dari bagian bawahnya. Sementara gelas ukur untuk percobaan kimia bentuknya lebih menyerupai tabung. Karena itulah, disebut dengan tabung kimia. Umumnya, gelas ukur terbuat dari bahan plastik dan gelas atau kaca. Selain baha pembuat, bentuk gelas ukur saat ini juga lebih beragam.
(Munadiah:2011)mengatakan bahwa Alu dan nampan terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.
 (Brahmatullah:2011), Labu ukur adalah sebuah perangkat yg memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanyainstrumen ini digunakan utk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu ukur. Alat ini biasanya digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yg nantinya hanya digunakan dlmukuran yg terbatas hanya sbg sampel dgn menggunakan pipet. Dalam sistem pengenceran, untuk zat yg tidak berwarna, penambahan aquadest sampai menunjukkan garis meniskus berada dileher labu. Untuk zat yg berwarna, penambahan aquadets hingga dasar meniskus yg menyentuhleher labu ( meniskus berada di atas garis leher ).
(Wikipedia:2011), Buret adalah sebuah peralatan gelas laboratorium berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya. Ia digunakan untuk meneteskan sejumlah reagencair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi. Buret sangatlah akurat, buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan ± 0,05 cm3.
(Ani: 2011), Neraca analitik digital merupakan salah satu neraca yang memiliki tingkat ketelitian tinggi, neraca ini mampu menimbang zat atau benda sampai batas 0,0001 g. Beberapa hal yang perlu diperhatikan bekerja dengan neraca ini adalah: Neraca analitik digital adalah neraca yang sangat peka, karena itu bekerja dengan neraca ini harus secara halus dan hati-hati. Sebelum mulai menimbang persiapkan semua alat bantu yang dibutuhkan dalam penimbangan Langkah kerja penimbangan yang meliputi: a. Persiapan pendahuluan alat-alat penimbangan, siapkan alat dan zat yang akan ditimbang, sendok, kaca arloji dan kertas isap. b. pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca meliputi: periksa kebersihan neraca (terutama piring-piring neraca), kedataran dan kesetimbangan neraca. c. penimbangan, dapat dilakukan setelah diperoleh keadaan setimbang pada neraca dan timbangan pada posisi nol, demikian pula setelah penimbangan selesai posisi timbangan dikembalikan seperti semula.
(Rahma:2009), Peralatan gelas (glass ware equipment)Gelas piala/gelas beker (Beaker glass). Gelas piala merupakan wadah yang paling sederhana untuk mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan. Terbuat dari borosilikat atau plastik. Gelas piala yang digunakan untuk bahan kimia yang bersifat korosif terbuat dari PTPE Untuk mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan gelas arloji sebagai penutup Gelas piala tidak dapat digunakan untuk mengukur volume.
(Emel:2011), Botol semprot, biasanya digunakan untuk menympan aquades dan digunakan untuk mencuci ataupun membilas bahan-bahan yang tidak larut dalam air. Selain itu digunakan juga untuk mencuci atau menetralkan peralatan-peralatan yang akan digunakan. Cara menggunakan: menekan botol maka aquades akan keluar. Selain itucawan petri  digunakan untuk membiakkan sel. Cawan petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya.
(Rahma: 2009), Erlenmeyer (Erlenmeyer flask, Conical flask, E-flaks)
Digunakan dalam proses titrasi untuk menampung larutan yang akan dititrasi
Dalam mikrobiologi, erlenmeyer digunakan untuk pembiakan mikroba
Erlenmeyer tidak dapat digunakan utnuk menampung volumePipet (pipette, pipettor, chemical dropper)Digunakan untuk memindahkan sejumlah cairan Pipet tersedia untuk berbagai jenis penggunaan dengan berbagai tingkatan akurasi dan presisi. Pipet dengan ukuran volume 1 hingga 1000 μl dinamakan mikropipet (micropipettes), sedangkan ukuran volume yang lebih besar dinamakan dengan makropipet (macropipettes).
(Anonim:2008), Distilasi adalah metode pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen yang ada di dalam campuran. Distilasi biasa dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan titik didih yang cukup besar. Sedangkan distilasi uap dilakukan untuk pemisahan campuran yang memiliki perbedaan tekanan uap jenuh yang cukup antara komponen-komponen yang ada pada campuran. Pada distilasi uap, uap yang digunakan biasanya berupa uap air. Selain itu distilasi juga dapat dilakukan pada tekanan di bawah tekanan atmosfer. Metode ini dikenal sebagai distilasi pengurangan tekanan. Distilasi pengurangan tekanan dilakukan apabila komponen akan mengalami dekomposisi pada titik didihnya. Bila selisih titik didih komponen-komponen yang ada pada campuran kecil maka komponen alat distilasi ditambah dengan kolom vigreux.
(Anonim:2012)mengatakanbahwaPipet ukur, yaitu pipet yang fungsinya sama dengan pipet seukuran tetapi kurang tepat dibandingkan dengan pipet seukuran dengantingkat kesalahan 0,01%.   Pipet mikro, yaitu pipet untuk L (1mL sampai 100 mmemindahkan larutan dengan volume yang berkisar 5  L = 0,001 mL) dengan standar deviasi 0,1%. Pipet mikro ini ada yangm dirancang secara otomatis. Pipet tetes, yaitu pipet gelas yang dilengkapi dengan penyedot karet untuk memindahkan larutan yang volumenya tidak perlu diperhatikan.
(Brahmatullah:2011), Alat laboratorium Gelas Ukur ini berbahan dasar Kaca Borosilikat dan Plastik. Volume Alat Lab Gelas Ukur  ini adalah 250 ml dengan skala 2 ml terdapat bibir tuang agar cairan tidak mudah tumpah saat dituang ke media lain.. Alat Laboratorium Gelas Ukur ini mempunyai variasi volume dari 5 ml hingga 1000 ml dan posisinya dapat berdiri tegak/tidak miring, tidak goyang.
(Evi:2011), Soxhlet merupakan alat yang terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping, still pot (wadah penyuling) bypass sidearm, thimble selulosa, extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser (pendingin), cooling water in, dan cooling water out. Soxhlet biasa digunakan dalam pengekstrasian emak pada suatu bahan makanan. Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas.
(Rola:2012)Destilasi adalah teknik untuk memisahkan larutan ke dalam masing-masing komponennya. Prinsip destilasi adalah didasarkan atas perbedaan titik didih komponen zatnya. Destilasi dapat digunakan untuk memurnikan senyawa-senyawa yang mempunyai titik didih berbeda sehingga dapat dihasilkan senyawa yang memiliki kemurnian yang tinggi. Seperti labu didih hanya pada leher terdapat pipa samping untuk pengeluaran uap air yang akan dikondensasi. Vol 100/125 ml sesuai dengan KA 95, volume : 125 ml.
(Munadiah:2011)Cawan Poreselin terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan. Cawan porselen digunakan untuk menguapakan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi,misalnya didalam oven,diatas tangs air,uap,pasir dan sebagainya.cawan porselen mempunyai kapasitas 4 hingga 2900 ml.Sebagian dari cawan porselen tidak tahan pada pemanasan suhu diatas 300 C.
(Anonim:2008)Sebuah lemari asam atau lemari asap adalah jenis lokal perangkat ventilasi yang dirancang untuk membatasi paparan berbahaya atau beracun, uap asap atau debu. Sebuah lemari asam biasanya sepotong besar peralatan melampirkan lima sisi dari suatu area kerja, bagian bawah yang paling sering terletak di ketinggian kerja berdiri. Dua jenis utama ada, menyalurkan dan sirkulasi.  Prinsipnya adalah sama untuk kedua jenis: udara digambarkan dalam dari depan (terbuka) samping kabinet, dan dibuang di luar gedung atau dibuat aman melalui filtrasi dan dimasukkan kembali ke dalam ruangan. 
(Anonim:2010) Corong Büchner adalah sebuah peralatan laboratorium yang digunakan dalam penyaringan vakum. Ia biasanya terbuat dari porselen, namun kadangkala ada juga yang terbuat dari kacadan plastik. Di bagian atasnya terdapat sebuah silinder dengan dasar yang berpori-pori. Corong Hirsch juga memiliki struktur dan kegunaan yang sama, namun ia lebih kecil dan biasanya terbuat dari kaca. Bahan penyaring (biasanya kertas saring) diletakkan di atas corong tersebut dan dibasahi dengan pelarut untuk mencegah kebocoran pada awal penyaringan. Cairan yang akan disaring ditumpahkan ke dalam corong dan dihisap ke dalam labu dari dasar corong yang berpori dengan pompa vakum.
               
















Anonim(2012) Analisis contoh mencakup analisis proksimat dianalisis asam lemak. Analisis proksimat meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, dan serat kasar. Kadar air pada contoh ditetapkan dengan menggunakan oven pada suhu 105ºC sampai tercapai bobot tetap. Kadar abu dianalisis dengan cara pengabuan kering dalam tanur, pada pemanasan suhu 500-600°C selama 6 jam. Penetapan kandungan lemak dilakukan dengan metode soklet dan larutan heksan sebagai pelarut. Protein ditetapkan dengan metode mikro Kjeldhal dan larutan asam klorida sebagai penitar, sedangkan penetapan serat kasar dengan cara hidrolisis contoh dengan larutan asam dan basa encer.
Analisis proksimat adalah suatu metoda analisis kimia untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Analisis proksimat memiliki manfaat sebagai penilaian kualitas pakan atau bahan pangan terutama pada standar zat makanan yang seharusnya terkandung di dalamnya.
Nomenklatur atau pemberian nama bahan pakan dengan maksud mengoreksi ketidaktetapan, dalam praktek pemberian nama bahan-bahan makanan suatu sistem Internasional dikembangkan di Amerika Serikat merupakan sebagai prosedur perekaman datanya telah diterima oleh INFIC, di rancang untuk memperkecil kesulitan-kesulitan dalam mengidentifikasi bahan makanan dengan cara memberikan nama yang mencari kepada setiap bahan makanan dan memberi  kepastian bagi standarisasi internasional dalam menentukan bahan makanan (Anggorodi, 1991).
Ketepatan hasil analisa kimia sangat tergantung pada mutu bahan kimia dan peralatan yang digunakan serta kecermatan dan ketelitian kerjanya sendiri. Kecermatan dan ketelitian kerja, selain merupakan sifat pribadi seseorang dapat juga diperoleh karena bertambahnya pengalaman kerja seseorang. Maka sebelum melakukan analisa harus mengenal dan mengetahui alat-alat laboratorium yang akan digunakan beserta fungsi dan cara penggunaannya. Alat dalam menganalisa bahan makanan ini dimaksudkan sebagai pendukung langsung untuk melakukan suatu analisa.  Pengenalan alat dilakukan agar nantinya dapat mendukung acara praktikum yaitu mengenai analisis fisik, analisa kadar abu, kadar air, serat kasar, lemak kasar, protein kasar, FAA dan Gross Energy.
Bahan makanan merupakan bahan yang sudah dapat dimakan, dicerna dan digunakan oleh hewan. Secara umum dapat dikatakan bahwa bahan makanan adalah bahan yang dapat dimakan (edible). Bahan makanan ternak terdiri dari tanaman, dan kadang-kadang juga berasal dari ternak atau hewan yang ada di laut. Karena ternak pada umumnya tergantung pada tanaman sebagai sumber makanannya. Bahan pakan memiliki kondisi fisik kimia yang berbeda-beda sehingga dalam penanganan, pengolahan, maupun penyimpanannya memerlukan perlakuan yang berbeda pula. Tujuan dari mengetahui sifat-sifat suatu bahan pakan adalah mempermudah penanganan dan pengangkutan, menjaga homogenitas, dan stabilitas saat pencampuran (Sudarmadji, 1997).
Pertumbuhan, produksi, reproduksi dan hidup pokok hewan memerlukan zat gizi. Makanan ternak berisi zat gizi, untuk keperluan kebutuhan energi dan fungsi-fungsinya sehingga memungkinkan digunakan dalam penyusunan ransum dengan cara sederhana.  Secara umum sifat fisik bahan pakan tergantung dari jenis dan ukuran partikel bahan. Sekurang-kurangnya ada enam sifat fisik pakan yang penting yaitu berat jenis, kerapatan tumpukan, luas permukaan spesifik, sudut tumpukan, daya ambang, dan faktor higroskopis (Jaelani, 2007).
Penyediaan bahan pakan pada hakekatnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ternak akan zat-zat makanan. Pemilihan bahan tidak akan terlepas dari ketersediaan zat makanan itu sendiri yang dibutuhkan oleh ternak. Untuk mengetahui berapa jumlah zat makanan yang diperlukan oleh ternak serta cara penyusunan ransum, diperlukan pengetahuan mengenai kualitas dan kuantitas zat makanan. Merupakan suatu keuntungan bahwa zat makanan, selain mineral dan vitamin, tidak mempunyai sifat kimia secara individual. Secara garis besar jumlah zat makanan dapat dideterminasi dengan analisis kimia, seperti analisis proxsimat, dan terhadap pakan berserat analisis proxsimat lebih dikembangkan lagi menjadi analisis serat (Soejono, 2004).

laporan semester praktikum biokimia dasar (nur sholeh tanjung jabung timur)



LAPORAN SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA DASAR




OLEH :
NURSHOLEH
E10011128







 

LAMBANG UNJA EMBOSE 3 copy












FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012



I. PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Salah satu yang dipraktikumkan dalam praktikum Biokimia Dasar ini  adalah protein yang merupakan senyawa organik yang kompleks yang terbentuk jika senyawa organiknya bergabung satu sama lain dalam polimer. Asam amino protein terdiri dari ikatan peptida, formula asam amino,dan denatrasi. Faktor penyebab terjadi denatrasi adalah faktor Kimia, Fisika, dan Biologis.
Kegiatan praktikum Biokimia Dasar merupakan komponen penunjang aktivitas perkuliahan. Latar belakang diadakannya praktikum tersebut agar mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal apa-apa saja yang dipelajari di dalam mata kuliah Biokimia ini. Mulai dari Protein dan Asam amino, Karbohidrat, Lipida sampai dengan Enzim.
Biokimia adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses kimia atau reaksi kimia yang terjadi di dalam zat hidup (sel hidup, makhluk hidup), baik itu mokroorganisme, tanaman, invertebrata avertebrata, hewan menyusui dan manusia. Dalam hal ini, dapat kita ketahui bagaimana kumpulan zat hidup bercampur atau bereaksi menghasilkan zat. yang disebut dengan zat hidup. Dan peranan biokimia ini adalah sebagai dasar pengembangan pengetahuan dasar kedokteran, pertanian, peternakan, biologi, mikrobiologi, dan yang lainnya, yang erat hubungannya.
Protein merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel. Dalam hal ini, protein mempunyai peranan penting dalam biologi yang sangat penting, sebagai zat pembenfuk, transport, katalisataor reaksi kimia, hormon, racun, dan yang lainnya. Protein ini mempunyai empat fungsi utamanya yaitu untuk memperbaiki jaringan yang rusak untuk pertumbuhan jaringan baru, sebagai enzim, dan sebagai hormon. Sifat fisik dan kimia protein tersebut sangat beragam diantaranya: ukuran, berat molekul, kelarutan, konformasi tiga dimensi, susunan dan deret asam amino penyusunnya yang sngat mempengaruh semua factor tersebut.
Protein juga merupakan senyawa organik kompleks yang terbentuk bila senyawa organik bergabung satu sama lain dalam polimer. Di alam kita dapat menjumpai ribuan jenis protein yang melangsungkan fungsi hayati yang bermacam-macam, sifat fisik dan kimia protein yang terjadi sangat beragam, misalnya ukuran, berat, molekul, kelarutan dan lain-lain, namun demikian semua protein alami pasti tersusun atas 20 jenis asam amino. Pengaruh beberapa parameter terhadap kelarutan protein yaitu : kekuatan ion, pH, suhu, dan konstanta dielektrk. Sifat- sifat asam amino adalah sifat asam basa titik isoelektrik dan aktivitas optik. Komposisi asam amino protein yaitu formula asam amino, ikatan peptida isolasi protein, dan denaturasi. Denaturasi adalah proses yang mengubah susunan ruang konfigurasi tiga dimensi molekul protein dan struktur molekul asli/awal yang teratur menjadi tidak teratur lagi. Denaturasi dapat terjadi oleh beberapa faktor antara lain fisika (panas, tekanan, pembekuan, gaya permukaan, sinar X dan radiasi ultra violet), kimia (pH ekshim, pelarut organik, amida dan turunannya), dan biologis ( enzim-enzim proteolitik, denaturasi terjadi sebelum hidrolisis).
Di alam kita dapat menjumpai ribuan jenis protein yang melangsungkan fungsi hayati yang bermacam-macam, sifat fisik dan kimia protein yang terjadi sangat beragam, misalnya ukuran, berat, molekul, kelarutan dan lain-lain, namun demikian semua protein alami pasti tersusun atas 20 jenis asam amino. Pengaruh beberapa parameter terhadap kelarutan protein yaitu : kekuatan ion, pH, suhu, dan konstanta dielektrk. Sifat- sifat asam amino adalah sifat asam basa titik isoelektrik dan aktivitas optik. Komposisi asam amino protein yaitu formula asam amino, ikatan peptida isolasi protein, dan denaturasi. Denaturasi adalah proses yang mengubah susunan ruang konfigurasi tiga dimensi molekul protein dan struktur molekul asli/awal yang teratur menjadi tidak teratur lagi.
Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, Hidrogen, Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat merupakan sumber karbon untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy poiimerik, dan komponen dari unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian dari asam nukleat. Dan karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling utama yaitu monosakarida.
Karbohidrat merupakan komponen penting pada beberapa senyawa seperti dinding sel tanaman bakteri, mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada hewan. Karbohidrat dibagi atas monosakarida seperti fruktosa" glukosa, manosa galaktosa dan sebagainya.Komponen gula yang terdiri 6 atom C, disakarida (2 komponen monosakarida), oligosakarida (3-6 komponen monosakarida) ditentukan juga oleh gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa. Monomer monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan jumlah karton pada eantainya. Mengenai struktur senyawa karbohidrat dikenal sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup dari Tollens, dan berbanding yang diproyeksikan dari Harworth. Pembagian selengkapanya dari karbohidrat adalah sebagai berikut monosakarida disebut juga gula sederhana diosa, triosa, tetrosa dan pentosa (arabinosa, xylosa dan ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida yaitu di, tri, tera, penta dan heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa maltosa, laktosa), dan ketiga polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa.
Karbohidrat ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid, polihidroksi protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga bagian diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Asam amino merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil. Alam amino umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam amino dibebaskan dari ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam, dan asam amino dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara kromatografi. Semua asam amino mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat proses denaturasi yang berkaitan dengan tergantungnya ikatan atau interaksi kimiawi antar molekul.
Lipida merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen, alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida, glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid. Dalam lipida ini terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil). Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh- tumbuhan.
Lemak (lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter. Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping zat-zat yang menyerupai lemak (lipoid). Lipida terutama disusun atas rantai hidrokarbon panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur siklis. Lipida kompleks mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada lipida protein pada proteolipida atau pada glukolipida. Trigleserida atau hiasil gliserol merupakan molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida nehal, lemak atau minyak sederhana. Trigleserida merupakan bagian lipida yang dikonsumsi. Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase. Fosfolipida merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh senyawa fosfat. Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin, sefalin" fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak bermutan. Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengktalisis reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin diektraksi. Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba, induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut. Enzim ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik aktifitasnya.

1.2    Tujuan Praktikum
Praktikum Biokimia Dasar melaksanakan parktikum sebanyak empat judul yaitu protein dan asam amino, karbohidrat, lipida, enzim, dimana setiap judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing, dimana setiap judul praktikum tersebut mempunyai tujuan masing-masing.
Adapun tujuan pada praktikum biokimia dasar yang berjudul protein dan asam amino ada banyak. Pertama, pada kelarutan asam amino yang bertujuan untuk melihat daya larut berbagai asam amino dalam pelarut. Pelarut yang berbeda kedua, uji ninhidrin yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam α-amino. Dan yang terakhir adalah uji millon yang brtujuan untuk mengidentifikasi asam amino yang mengandung gugus fendik (tirosin)
Adapun tujuan dan manfaat pada praktikum Biokimia Dasar yang berjudul karbohidrat ada 4, yaitu: pertama, untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang dilakukakan oleh sel ragi. Kedua, untuk menguji adanya karbohidrat dari beberapa bahan yang di uji (secara umum). Ketiga, digunakan sebagai uji umum karbohidrat dapat digunakan untuk menentukan semua macam karbohidrat. Dan terakhir digunakan untuk pemeriksaan adanya gugus keton pada gula (Fruktosa) juga dapat digunakan aldeheksora (glukosa), tetapi reaksinya agak lambat.
Pada praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada dua. Pertama pada daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya larutan lipida dan asam-asam lemak dalam berbagai pelarut. Kedua, pada praktikum emulsi dari lemak bertujuan untuk mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgatur.
     Adapun tujuan dari praktikum enzim ini adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
Manfaat yang dapat kita peroleh dari praktikum ini adalah dengan adanya hasil dari praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat digunakan sebagi titik acuan dan bahan perbandingan didalam menjawab segala permasalahan tentang pengujian dari bagian-bagian Biokimia Dasar tersebut, serta masukan bagi kita semua di dalam mata kuliah biokimia tersebut, dan menjadi syarat di dalam memenuhi tugas praktikum dan mata kuliah biokimia dasar ini. Serta dari praktikum ini kita dapat mengetahui tekhnik atau cara dalan melakukan pengukuran larutan. Selain itu juga dapat mengenal alat-alat yang digunakan di iaboratorium ini beserta fungsi alat tersebut.




















II. TINJAUAN PUSTAKA
Anwar M (1990), bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein,berdaarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Abas (1999) Semua asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan beraksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan  hidroksiprolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Addi Krisbyanto (2008) Protein adalah senyawa penting menyusun sel hidup. Senyawa ini tedapat semua jaringan hidup baik tumbuhan maupun tumbuhan. Fungsin protein sangat beragam  antara lain sebagai pembangun, pengatur, pertahanan, dan sebagai sumber energi. Dalam bahasa yunani protein berarti “pengikat satu” dan “yang utama”. Asam amino adalah satu golongan senyawa karbon yang setidaknya Mengandung satu karboksil (-COOH) dan satu gugusan animo (-NH2).
Allen (1998), menyatalian bahwa asirm-asam amino adalah unit dasar dari struktur protein.
Argham (1990) Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, PH, Suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.
Dryer (1993), protein dicerna sebagai asam amino penyusun ya oleh enzim proteolitik dan peptidase yang ada didalam saluran gastroitetinal.
            Dickerson (1998), asam amino merupakan suatu penyusunan protein dan dapat dibedakan menjadi Monosakarida, disakarida, Oligosakarida.
Doohan, James (1990), menyatakan bahwa protein dapat larut dalam air danjika dipanaskan dapat membeku.
E.Jhon (1992), Uji millon digunakan untuk menentukan larutan benzene.
Edman (1990), menyatakan bahwa peptida dilihat dari strukrurnya tergolong amida asam dan merupakan senyawa majemuk yang dapat diuraikan melalui hidrolise menjadi aasam amino.
Fetien Yarid (2006), Protein bersifat amfoter, yaitu dapat beraksi dengan larutan asam maupun basa. Daya larut protein berbeda didalam air, asam dan basa sebagian ada yang mudah larut . dan ada pula yang sukar laut. Apabila protein tidak larut lemak seperti eter atau kloroform. Apabila protein dipanaskan atau diditambahkan etanol absolut maka protein menggumpul (terkoagulasi). Hal ini diaebabkan etanol menarik mental air yang melengkapi molekul-molekul protein.Gunsrone {1999), yang menyatakan bahwa campuran asam amino merupakan campuran yang dapat berubah-ubah wamannya. Semua ini tergantung pada penambahan HCL.
Jameso Brends (2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena erzirn se-bagai suatu zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil reaksi.
Jhonson (2002),menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi
minyak kelapa adalah erzim yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan
protein (proteolitik)
Jaru Anwar (1999), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam basa.
Kurnia Kusnawidjaja (1993) Uji millon, dengn percobaan millon albumia berlangsung positif, karein juga positif, tetapi untuk gelarin negatif, jika mungkin positif lemah sekali, gelarin mengandung sedikit sekali tirosin
Manion (1999), yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut cincin ungu senyawa kompleks.
Montgomery (1996), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel) mempunyai kemampuan untuk mengubah glukosa menjadi etanol.
Michael (1991), menyatakan bahwa ketosa dapat dihidrasi lebih cepat daripada aldosa sehingga diperoleh turunan furfural yang selanjutnya berkondensasi dengan resorsinol membentuk kompelks merah.
Nuryani (1998), yang menyatakan bahwa apabila beberapa monosakarida seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan terbentuk etil alcohol dan CO2.
Roogers (1991), meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4) pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida (dari polisakarida) maka akan dihasilkan monosakarida yang serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural dan turunanya.
Reinhard (1999), menyatakan bahwa apabila HCI (asam klorida) pekat direasikan dengan gula dan ditambahkan sedikit resorsional maka menghasilkan 4-hidroksi metil furfuran berwama merah).
Lipida
Nelson (2009), produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak rantai pendek yang mudah menguap.
Reithel (1999) yang menyatakan bahwa cara untuk mengklasifikasikan asam amino ada beberapa cara antara lain cara mendasar pada jumlah gugus karboksilat dan gugus asam amino yang terkandung oleh senyawa itu.
Reybred (2003), menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi.
Ridwan (1990) Protein memiliki molekul besar dengan berat molekul bervariasi antara 5000 hingga juataan. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau oleh enzim, protein akan menghasilkan asam-asam amino.
Sri (1990), Karbohidrat terhidrolisis oleh enzim dan oleh karenanya pencernan karbohidrat diabsorvasi sebaagai monosakarida, didalam hati, fruktosa dan glukosa diubah menjadi glukosa.
Stone (2003), menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari miroba antara lain biaya produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol.
Vones (2002), menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.
Wibowo (2001), yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah pepaya muda dengan krim santan kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan baunya akan jauh berubah dari awalnya.
Wandi (2003), menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan protein biokatalisato yaitu daya tahan pada pH, suhu, dan linkungan lain dengan kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer dan pemilihan faktor linkungan yang tepat penting diperhatikan.
Wiliam (1997), Karbohidrat (monosakarisa) yang penyusun utamanya adalah glukosa,lalu dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, kemudian diubah menjadi monosakarida, disakarida, poligosakarida, ketiganya disebut Heksosa.












III. MATERI DAN METODA
3.1    Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat Praklikum Biokimia Dasar ini mengenai protein dan asam amino, karbohidrat, lipida, dan enzim dilaksanakan mulai tanggal 18 april 2012 sampai dengan 7 Juni 2012 pukul 08.00 WIB s/d selesai, yang bertempat di Laboratorium Kimia Dasar ( UMIPA )  Universitas Jambi.

3.2    Materi
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum biokimia dasar ini adalah HCl 0,1 N, NaOH 0,1 N, etanol, kloroform, asam- asam amino (glisin, lisin, glutamat, dan alanin masing- masing 30 gram), asam amino (tirosin, histidin,
arginin, dan tritofan masing-masing 1 gram/ liter ), larutan Ninhidrin sebanyak 2 gram/ liter, asam sulfat 10 gram/ liter, HCL 1 N, NaNO3 50 gram/ liter, NaCO: l0 grarn/ liter, es batu, asam-asam amino sampel (glisin, tirosin, histidin, arginin, dan triptofan masing- masing 3 ml), Fenol l0 tetes, NaNO3 10 tetes, pereaksi millon 10 tetes, air, larutan aquades, larutan monosakarida, ragi (yeast), NaOH, iarutan iod 5 mmol/ liter, selulosa 10 ml, glikogen, pati, larutan inulin 200 ml, larutan asam sulfat pekat l0 tetes, alfanaftol l0 tetes, asam amino polisakarida (fruktosa dan glukosa), sari jeruk, sari tebu, sari nanas, sari ubi kayu, air cucian beras, asam-asam lemak (butirat, stearat, dan asam oleat), lemak dan minyak (lard, butter, margarin, olive, keju), fosfolipida (lesitin telur), kolesterol (santan kelapa), pelarut (aseton, alkohol, kloroform, dan eter), minyak parafin, minyak kelapa,HCl encer, soda botol, buah pepaya muda, lesitin telur ayam, dan krim santan kelapa.
Adapun alat yang digunakan pada praktikum tersebut adalah tabung reaksi, beker glass, batang pengaduk, pipet tetes, gelas ukur, erlenmeyer, penjepit tabung reaksi, penangas air, spritus (pembakar), tabung fermentasi (peragian),  kertas saring, pipet pengencer, neraca analitik, tissue.
Kelarutan asam amino,alat dan bahan  yang digunakan adalah Tabung reaksi,beker glass,batang pengaduk.Sedangkan bahan yang digunakan HCL, NaOH, Etanol, Kloroform, dan Asam amino.

3.3    Metoda
Adapun metoda yang digunakan pada praktikum ini adalah :

Protein dan Asam Amino
Kelarutan Asam Amino cara kerjanya yaitu :
Siapkan 5 buah tabung reaksi yang di isi dengan pelarut : HCL, NaOH, etanol, klorofrom dan air (masing- masing 3 ml). Larutkan 0,5 gram asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebu gunakan pengaduk bila pertu catat bagaimana hasilnya dan bagaimana kesimpulan saudara
Uji Ninhidrin cara kerjanya yaitu :
Masukan 2 ml asam amino yang akan diidentifikasi ke dalam tabng reaksi denan pH netral. Tambahkan pereaksi Ninhidrin. Didihkan selama 2 menit dalam penangas air. Amati wama hasil reaksi tersebut dan simpulankan hasil pengamatan anda.
Uji Millon cara kerjanyayaitu :
Siapkan larutan asam amino yang akan didentifikasi ke dalam tabung reaksi masing-masing 1 ml. Tambahkan 5 tetes pereaksi Millon dan didihkan selama l0 menit dan tamalrkan 5 tetes NaNO3. Amati warna hasil reaksi dan beri kesimpulan dari pengamatan anda.


Karbohirat
Peragian cara kerjanya yaitu :
Masukan larutan monosakarida kedalam sabuah tabung reaksi, kemudian tambahkan sedikit ragi, kocoklah sehingga terjadi suspensi, kemudian suspense tersebut dimasukan kedalam sebuah tabung peragian. Biarkan sejenak pada suhu 300 C (suhu kamar) sehingga terbentuk CO2. Tambahkan NaOH kedalam suspensi (sehingga CO2 yang terbentuk hilang) tersebut. Kemudian kerja 1 sampai dengan 4 juga dilakukan tanpa menggunakan ragi (sebagai blangko).
Uii lod cara kerjanya yaitu :
Masukan Larutan yang diuji (pati)kedalam tabung reaksi. Tambahkan HCL encer, selanjutnya tambahkan lagi  2 tetes lod. Sebagai blangko lakukan prosedur 1 dan 2 tanpa menggunakan larutan yang diuji (diganti dengan aquades). Lalu bandingkan warna yang terjadi antara yang menggunakan larutan uji (pati) dengan menggunakan blangko (aquades).
Uji Molisch cara kerjanya yaitu :
Siapkan 6 buah tabung reaksi yang masing-masing disi 2 ml sari jeruk, nanas, tebu, ubi kayu, air cucian beras dan air (sebagai blangko). Pada masing-masing tabung reaksi tersebut ditambahkan 2 tetes alfanaftol. Kemudian dengan hati-hati ditambahkan pada masing-masing tabung reaksi tersebut dengan 1 ml melewati dinding dalam sehingga terbentuk dua lapisan. Amati dengan seksama setiap perubahan warna pada batas kedua cairan tersebut (pada masing-masing larutan yang diuji).

Lipida
Daya Kelarutan Lipida cara kerjanya yaitu :
Periksalah larutan lipida dan asam- asam lemak dalam air dan pelarut-pelarut di atas, catat perbedaan di antara gugus-gugus utama lipida. Teteskan 1 tetes larutan lipida di atas pada kertas saring dan biarkan kering. Amati pembentukan suatu noda lemak yang jernih. Masukan 1 ml air, tambahkan lipida yang telah dilarutkan dalam etanol kedalam tabung reaksi. Catat penampakan laruta segera setelah pencampuran dan setelah dibiarkan beberapa menit. Masukkan air 3 ml kedalam 2 tabung reaksi, tambahkan 2 tetes minyak zaifiin (olive) kedalam 2 tabung reaksi tersebut. Tarnbahkan lagi larutan lesitin kedalam salah satu tabung reaksi yang lain. Lalu kocok campuran dengan baik dan bandingkan stabilitas emulsi yang terbentuk. Apa pengaruh lesitin dan mengapa.

Emulsi dari Lemak cara kerjanya yaitu :
Gunakan 4 tabung reaksi yang masing- masing berisi kurang lebih 5 ml air. 1 tetes minyak paraffin, 1 tetes HCL yang encer, 1 tetes minyak kelapa 1 tetes soda Lalu amati apa yang terjadi dan jelaskan keadaan masing-masing tabung reaksi tersebut.
Enzim
Metoda yang digunakan pada praktikum Enzim yaitu : pada penyediaan getah buah pepaya muda yaitu pertama buah pepaya muda ditorehkan dengan alat tahan karat (pisau carter) yang terlebih datrulu diolesi atau disterilkan dengan alkohol 70 % dan dip[iarkan pada nyala bunseru getah yang keluar ditampung sesuai dengan kebutuhan.
Pada penyedian getah buah pepaya pada krim santan kelapa yaitu pertama kedalam 100 ml krim santan kelapa ditambahakan 3 ml getah buah papaya kedalam botol inkubasi. Botol-botol ini lalu diinkubasikan ke dalam inkobator pada suhu kamar. Bersihkan semua peralatan yang digunakan dan meja kerja saudara dengan alkohol 70% srrat akan melakukan percobaan dan lakukan juga perlakuan tanpa penambahan getah pepaya (sebagai kontrol).












IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Protein
Protein merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel. Dalam hal ini, protein mempunyai peranan penting dalam biologi yang sangat penting, sebagai zat pembenfuk, transport, katalisataor reaksi kimia, hormon, racun, dan yang lainnya. Protein ini mempunyai empat fungsi utamanya yaitu untuk memperbaiki jaringan yang rusak untuk pertumbuhan jaringan baru, sebagai enzim, dan sebagai hormon. Sifat fisik dan kimia protein tersebut sangat beragam diantaranya: ukuran, berat molekul, kelarutan, konformasi tiga dimensi, susunan dan deret asam amino penyusunnya yang sngat mempengaruh semua factor tersebut.

Uji Ninhidrin
Semua asam amino yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama, gugus karboksil dan amino diikat pada atom karbon yang sama. Masing-masing berbeda satu dengan yang lain pada gugus R-nya, yang bervariasi dalam struktur, ukuran, muatan listrik, dan kelarutan dalam air. Beberapa asam amino mempunyai reaksi yang spesifik yang melibatkan gugus R-nya.
Melalui reaksi hidrolisis protein telah didapatkan 20 macam asam amino yang dibagi berdasarkan gugus R-nya, berikut dijabarkan penggolongan tersebut : asam amino non-polar dengan gugus R yang hidrofobik, antara lain Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin, Prolin, Fenilalanin, Triptofan dan Metionin. Golongan kedua yaitu asam amino polar tanpa muatan pada gugus R yang beranggotakan Lisin, Serin, Treonin, Sistein, Tirosin, Asparagin dan Glutamin. Golongan ketiga yaitu asam amino yang bermuatan positif pada gugus R dan golongan keempat yaitu asam amino yang bermuatan negatif pada gugus R. Dari ke-20 asam amino yang ada, dijumpai delapan macam asam amino esensial yaitu valin, leusin, Isoleusin, metionin, Fenilalanin, Triptofan, Treonin, dan Lisin. Asam amino essensial ini tidak bisa disintesis sendiri oleh tubuh manusia sehingga harus didapatkan dari luar seperti makanan dan zat nutrisi lainnya.

Dari praktikum yang telah dilaksanakan, kami mendapat hasil sebagai berikut :

Asam Amino
Waktu Setelah Pencampuran
Waktu
Warna Setelah di Panaskan
Glisin
Tirosin
Histidin
Arginin
Triptopan
Ungu
Bening
Ungu Pekat
Jingga
Kuning Muda
01:08:53
01:02:95
02:00:00
01:23:20
01:00:45
Ungu Pekat
Ungu Tua
Purple
Purple
Biru Pekat

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan tentang uji ninhidrin dapat dibuktikan bahwa ninhidrin senyawa oksidator kuat bereaksi dengan tri9ptofan dan tyrosin karena ph dari protein tersebut mencapai 4-8. Sedangkan pada glisin, arginin, dan histidin perubahan warna yang terjadi menunjukan bahwa asam-asam amino ini bereaksi dengan ninhidrin, hal ini sesuai dengan pendapat Santoso (2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan protein menghasilkan warna biru. Reaksi yang paling umum digunakan untuk analisis kualitatif protein dan produk hasil hidroplisisnya. Reaksi ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk mengetahui adanya asam amino atau mengetahui adanya pelepasn protein oleh cairan tubuh.
     Menurut Novita (2009) uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino. Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu aldehida. Ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan ninhidrin yang terlihat tidak warna kedalam sampel, kemudian dipanaskan beberapa menit. Adanya protein ditandai dengan adanya perubahan warna ungu. Sedangkan menurut Riawan (1990) protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara 5000 hingga jutaan dengan hidrolisis oleh asam atau oleh enzim protein akan menghasilkan asam amino, ada 20 jenis asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
.
4.2  Karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida, Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.

Peragian

Larutan Monosakarida 2ml
Ditambah Ragi
Ditambah NaOH
Glukosa
Putih Susu
Putih Susu Pekat
Fruktosa
Putih Susu
Jernih Bening
           
Tidak terbentuknya Co2, karena suhu atas 30 C, ragi mngendap warna larutan di bawah keruh. Sedangkan diatas bening. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip karena adanya pengaruh suhu. Beberapa monosakarida seprti glukosa, fruktosa dan manosa yang juga disebut ” Zhimoheksosa”.
Hasil dari percobaan ini yaitu Co2 tidak dapat membentuk pada suhu 300C, karena pada saat praktikum berlangsung suhu diatas 300C, yang terjadi perubahan hanya terbentuk endapan dari bagian bawah dan larutan bagian atas agak bening.
Pada praktikum peragianlarutan monosakarida seperti glukosa dan fruktosa jika ditambahkan sedikit ragi maka larutan tersebut akan berwarna putih susu dan bening, dan bila ditambahkan NaOH 0,5 N maka larutan glukosa berwarna putih susu dan jernih bening. Hal ini sesuai dengan pendapat Ket (2001) yang menyatakan monosakarida merupakan satuan karbohidrat yang paling sederhana, monosakarida tidak bisa dihidroksis menjadi karbohidrat yang lebih kecil.

Uji Iod

            Selulosa + HCl + iod               Putih kekuningan
            Aquades          tetap putih bening

Ini disebabkan oleh, selulosa merupakan karbohidrat. Sesuai dengan bukunya Grindra yang berjudul Biokimia 1, bahwa karbohidrat atau zat yang mengandung karbohidrat akan mengalami perubahan warna.

5 ml Pati Ditambahkan
5 ml Akuades Ditambahkan
3 ml Hcl Encer
3 ml Hcl Encer
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
2 Tetes Iod dalam Tabung Reaksi
Warna : Biru Pekat
Warna : Biru Bening Jernih

Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Iod

Pernyataan diatas dapat disimpulakan dengan pernyataan Frikson (1998) yang menyatakan bahwa pati direaksikan dengan larutan iod maka menghasilkan pati biru dan apabila glikogen dan pati terhidrolisis sebagian akan membentuk warna merah coklat.
Dan juga menurut (Harold, 2003), yang menyatakan bahwa hanya patilah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iondin. Hal ini disebkan karena dalam larutan putih, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya